Selasa, 02 September 2014

Mahasiswa Sebagai Pahlawan Devisa

Mahasiswa Sebagai Pahlawan Devisa

1. Definisi Mahasiswa

Mahasiswa merupakan orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut atau akademi baik negeri maupun swasta. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri.

Menyandang gelar atau predikat mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa tersebut begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata, Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.

2. Peran dan Fungsi Mahasiswa
Sebagai mahasiswa berbagai macam predikat yang mereka pun disandang, ada beberapa macam label yang melekat pada diri mahasiswa, misalnya:
a.    Direct Of Change, mahasiswa bisa melakukan perubahan langsung karena Sumber Daya Manusianya yang banyak
b.    Agent Of Change, mahasiswa agent perubahan, maksudnya Sumber Daya Manusia untuk melakukan perubahan
c.    Iron Stock, sumber daya manusia dari mahasiswa itu  akan pernah habis.
d.   Moral Force, mahasiswa itu kumpulan orang yang memiliki moral yg baik.
e.    Social Control, mahasiswa itu pengontrol kehidupan sosial, contoh mengontrol kehidupan sosial yang dilakukan dimasyarakat.
Namun secara garis besar, setidaknya ada 3 peran dan fungsi yang sangat penting bagi mahasiwa, yaitu :
Pertama, peranan moral, dunia kampus merupakan dunia di mana setiap mahasiswa dengan bebas memilih kehidupan yang mereka mau. Disinilah dituntut suatu tanggung jawab moral terhadap diri masing-masing sebagai individu untuk dapat menjalankan kehidupan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan moral yang hidup dalam masyarakat.
Kedua, adalah peranan sosial. Selain tanggung jawab individu, mahasiswa juga memiliki peranan sosial, yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan masyarakat sekitarnya.
Ketiga, adalah peranan intelektual. Mahasiswa sebagai orang yang disebut-sebut sebagai insan intelek haruslah dapat mewujudkan status tersebut dalam ranah kehidupan nyata. Dalam arti menyadari betul bahwa fungsi dasar mahasiswa adalah bergelut dengan ilmu pengetahuan dan memberikan perubahan yang lebih baik dengan intelektualitas yang ia miliki selama menjalani pendidikan.

3. Peranan Mahasiswa Dalam  Pembangunan Daerah
Mahasiswa sebagai bagian dari warga masyarakat, mempunyai peran strategis dalam pemerataan pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat lokal, namun masih belum menyadari akan tanggung jawabnya sebagai duta masyarakat dalam hal transformasi pola pikir kepada daerahnya, khususnya organisasi mahasiswa kedaerahan secara institusional sebagai wadah mahasiswa dalam hal memfasilitasi peran mereka tersebut.
Otonomi daerah sebagai produk strategis era reformasi, perlu dipersiapkan secara cermat dan profesional. Organisasi mahasiswa kedaerahan memeiliki peran strategis dalam mengoptimalkan keberhasilan pembangunan daerah, khususnya dalam mentransformasi pengetahuan dan perkembangan teknologi serta pola pikir didaerahnya sesuai nilai – nilai budaya dan nilai-nilai religi, sehingga mampu membangun daerahnya itu sendiri secara mandiri serta memiliki daya saing dengan dengan daerah lainnya .
Menghadapi tantangan serta peluang tersebut diperlukan revitalisasi peran fungsional Organisasi Mahasiswa Kedaerahan untuk membentuk mahasiswa daerah yang peduli dan bertangung jawab terhadap pembangunan daerahnya secara cerdas, kreatif, dan inovatif. Dengan demikian tumbuh-kembangnya kemandirian lokal dapat menunjang upaya keluar dari krisis melalui pemberdayaan Otonomi Daerah yang mandiri dan berdaya saing tinggi dimasa sekarang ini.
Hakikat fungsional mahasiswa sebagai bagian dari anggota masyarakat, secara langsung maupaun tidak langsung mempunyai beban amanah dan tanggung jawab moril kepada daerah . Selain selaku pribadi yang diutus oleh keluarga untuk menuntut ilmu dalam rangka meningkatkan taraf hidup keluarga nantinya , menambah wawasan dan meningkatkan pola pikir, mahaiswa juga punya tanggung jawab untuk bagaimana setelah menyelesaikan kuliahnya dengan rentang waktu yang standar atau lebih cepat sehingga bisa kembali ke daerahnya dalam rangka membangun daerahnya masing – masing. Baik itu dari segi sosial, budaya, ekonomi bahkan dalam mentransformasi nilai – nilai yang bisa mengembangkan pola pikir masyarakat.
Krisis nasional dalam hal pemerataan pembangunan dan lunturnya budaya lokal hendaknya menyadarkan kita khususnya mahasiswa yang telah meninggalkan kampung halamannya untuk menimba ilmu di perguruan tinggi bahwasanya pemerataan pembangunan dan penguatan budaya – budaya lokal ternyata bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan rakyat yang tinggal di daerah. Tetapi juga, mahasiswa – mahasiswa daerah itu sendiri yang notabenenya merupakan duta rakyat dalam hal memfasilitasi proses transformasi budaya dan teknologi di daerah. Yang mana, hal tersebut belum disadari sepenuhnya oleh mahasiswa itu sendiri.
Kenyataan lain yang selayaknya dicermati, adalah timbulnya kesadaran mahasiswa sebagai duta masyarakat daerah yang menghimpun diri dalam suatu organisasi kedaerahan. Diharapkan mampu mengobati kegelisahan akan kurangnya peranan mahasiswa dalam membangun daerahnya sendiri. terhimpunnya mahasiswa dalam suatu organisasi kedaerahan seperti Himpunan Mahasiswa Banjarbaru, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Banjar, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Tapin, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Hulu Sungai Utara, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Balangan, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Tabalong, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Barito Kuala, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Tanah Laut, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Tanah Bumbu, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Kotabaru, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Kota Banjarmasin dsb., hendaknya menyadarkan kita akan arti strategis Organisasi kedaerahan dalam mengemban amanah dan cita cita rakyat untuk membangun daerahnya. Sekaligus, arti penting ini menyadarkan organisasi kedaerahan akan tangung jawabnya baik secara moril maupun materil kepada daerahnya itu.


4. Pentingnya Mahasiswa Berwirausaha
Pada diplomasi Soekarno masa lalu yang mengatakan “Berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku guncangkan seluruh dunia”. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa generasi mudalah yang akan membawa kemajuan suatu Negara melalui gagasan, ide, semangat dan kreatifitas mereka. Disini mahasiswa sebagai generasi muda selayaknya memiliki unsur tersebut untuk membangun perekonomian Indonesia agar lebih berkembang dan maju dalam segala hal. Maka perlu adanya suatu kegiatan atau tempat yang dapat mendorong kreativitas mereka agar lebih terorganisir. Misalnya suatu komunitas atau organisasi yang berorientasi wirausaha atau Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di Perguruan tinggi.
Aktivitas kewirausahaan kini menjadi pilihan yang paling diminati kaum muda, khususnya mahasiswa. Komunitas kecil hingga organisasi besar dibidang bisnis dibentuk menjadi wadah untuk menaungi kegiatan mahasiswa entrepreneur. Komunitas ini memiliki kategori yang berbeda sesuai karakter dan kegiatan yang diselanggarakan. Mulai dari komunitas khusus mahasiswa, dewasa, muslim, dan komunitas yang sesuai dengan bisnis yang dijalankan.
Biasanya, dalam komunitas bisnis berkegiatan untuk menghimpun para anggotanya dalam menekuni dunia bisnis melalui workshop, seminar dan aplikasi dalam dunia bisnis itu sendiri. Anggota diajarkan bagaimana cara mengolah modal, mengembangkan tenaga kerja, meningkatkan produktifitas dan penjualan, hingga mencari jaringan dan investor. Langkah-langkah ini perlu ditempuh oleh para pengusaha seperti mahasiswa pemula untuk menjalankan bisnisnya agar sesuai yang diharapkan.
Pada dasarnya, efektifitas dalam mengikuti suatu komunitas bisnis memang sangat penting. Namun itu bukanlah jalan satu-satunya untuk memperoleh keberhasilan dalam berbisnis. Komunitas hanya sebagai jembatan yang memberikan akses lebih mudah dalam menggali potensi dan kemampuan mahasiswa untuk berbisnis. Yang paling penting adalah mahasiswa mampu action untuk melakukan aktifitas berwirausaha sekaligus kuliah. Keduanya harus dapat berjalan beriringan, dimana mahasiswa mampu mengatur waktu dan memprioritaskan antara kuliah dengan berwirausaha.
Aktifitas tersebut tentu akan memberi nilai tambah tersendiri bagi mahasiswa sebagai akademisi serta pengusaha muda. Lebih penting, mahasiswa setelah menjadi sarjana akan memiliki bekal pengetahuan, ketrampilan dan sikap atau jiwa wirausaha agar dapat mengubah pola pikir (mindset) dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan  pekerjaan (job creator). Sehingga, mahasiswa dapat berkontribusi besar terhadap perekonomian Negara atau sebagai sumber devisa negara.
Dengan demikian, upaya pemerintah dalam menciptakan wirausaha-wirausaha muda melalui program beasiswa wirausaha dapat dimaksimalkan. Apabila jumlah wirausaha meningkat setiap tahun, maka permasalahan pada kemiskinan dan pengangguran di Indonesia akan mendapatkan solusi yang konkrit. Serta target pemerintah untuk meningkatkan jumlah wirausaha yang awalnya hanya 1,65% menjadi hingga 2% dari jumlah penduduk pada tahun ini akan terealisasi. Meski tingkat perekonomin Indonesia masih jauh tertinggal dari negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan negara lainnya, tetapi kita tetap optimis Indonesia mampu mengejarnya. Dengan berkat jiwa usaha yang dimiliki mahasiswa Indonesia.

Keadaan masyarakat Indonesia saat ini masih sangat memprihatinkan. Banyaknya masyarakat yang  belum mendapat kesejahteraan yang layak untuk keberlangsungan hidupnya menjadi faktor belum berhasilnya pemerintah dalam menjalankan pembangunan Indonesia. Teknologi sebagai sumber daya pembangunan memang menjadi penting belakangan ini. Pembangunan itu sendiri didefinisikan sebagai upaya suatu bangsa untuk meningkatkan mutu dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada. Karena sumber daya manusia yang berkualitas merupakan aset bangsa dan negara dalam melaksanakan pembangunan nasional dalam era globalisasi. Tidak  terkecuali  dalam menghadapi persaingan pencari kerja. Karena dalam mencari kerja, dirasa semakin kompetitif sementara lapangan pekerjaan yang ditawarkan juga terbatas.   Apabila terjadi ketimpangan antara pencari kerja dengan lapangan kerja secara terus menerus, tentunya akan menimbulkan pengangguran.  Menurut   Zimmerer (2008)  ada 8 faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan yaitu: (1) wirausahawan sebagai pahlawan, (2) pendidikan kewirausahaan, (3) faktor ekonomi dan kependudukan, (4) pergeseran ke ekonomi jasa, (5) kemajuan teknologi, (6) gaya hidup bebas, (7)e-commerce  dan  the world-wide-web,  (8)peluang internasional.  Untuk meminimalisir pengangguran harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Dikarenakan sumberdaya yang berkualitas mampu mengolah sumber daya yang ada secara maksimal. Apabila telah terolah maksimal maka akan membuat pembangunan berjalan lancar. Negara yang maju tentunya akan mengalami  perkembangan menuju negara yang lebih modern tidak terkecuali dalam hal teknologi. Dengan semakin berkembangnya teknologi yang ada akan membuat perubahan pada negara tersebut.  Setiap perubahan diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia, memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia seperti halnya untuk mengakses informasi, memperluas jaringan, dan juga untuk berkomunikasi. Menurut Amstrong dan Kotler (2008) internet merupakan suatu jaringan komputer yang dipakai oleh umum, yang menghubungkan berbagai macam pengguna dari seluruh tempat didunia ke pengguna lainnya dan menjadi tempat yang luas sebagai penyedia informasi.   Maka itulah bermunculan media yang dikhususkan untuk saling berkomunikasi antar manusia walaupun dengan jarak yang sangat jauh. Media itu disebut dengan media sosial. Salah satunya dalam maraknya situs jejaring seperti twitter.
Jejaring sosial dunia maya ini berbasiskan  web  yang menyediakan beragam cara  bagi  pengguna untuk berinteraksi dengan komunitas dan banyak orang. Kecanggihan situs jejaring  sosial tersebut memungkinkan setiap individu saling bertukar informasi kepada siapa saja melalui fasilitas yang sudah disediakan. Sebagai salah satu bagian dari  media massa, situs jejaring twitter  dapat digunakan sebagai sarana melakukan kegiatan promosi. Dengan rendahnya anggaran yang harus dikeluarkan untuk mempromosikan produk yang dijual tentu ini merupakan nilai plus agar twitter  digunakan sebagai sarana promosi produk yang efisien dan rendah biaya.Untuk itulah diharapkan agar semakin banyak tenaga kerja khususnya para tenaga kerja terdidik yang telah mempunyai pemikiran terdidik untuk berwirausaha. Dengan berwirausaha dan menggunakan twitter  sebagai media promosi tentunya akan membuat produk tersebut lebih dikenal luas oleh konsumen sehingga pendapatan yang diterima juga akan meningkat.
Dalam melakukan bisnis  online  akan sangat membutuhkan konsep  e-commerce  dalam pemasaran akan produk yang akan dipasarkan. Menurut pendapat Schneider (2004) mendefinisikan  e-commerce  sebagai penggunaan transmisi data elektronik untuk  mengimplementasi atau untuk meningkatkan nilai  proses bisnis. Selain itu, menurut Laudon  (2004) e-commerce  merupakan proses pembelian dan penjualan produk dan jasa secara elektronik, meliputi transaksi menggunakan internet,  network, dan teknologi digital yang lain.   Menurut Turban (2006) arti dari  e-commerce  sendiri adalah proses pembelian, penjualan, tranfer, atau penukaran produk, pelayanan dan atau melalui jaringan komputer, termasuk melalui internet. Dengan kata lain  E-Commerce  merupakan salah satu faktor pendorong untuk berwirausaha khususnya berbisnis  online.  Menurut Suryana (2003) kewirausahaan adalah kewirausahaan adalah  suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru  (creative),  dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.  
Menurut Suryana (2003) mengemukakan perkembangan teori kewirausahaan menjadi tiga tahapan,yaitu: (1) teori ekonomi, (2) teori sosiologi, (3) teori perilaku. Sesuai dengan inti dari jiwa kewirausahaan yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru melalui berpikir  kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang, maka seorang wirausaha harus mempunyai kemampuan kreatif di dalam mengembangkan ide dan pikirannya terutama didalam menciptakan peluang usaha dalam dirinya, dia dapat mandiri menjalankan usaha yang dijalankan  tanpa harus bergantung pada orang lain, seorang wirausaha harus dituntut untuk selalu mengembangkan teknologi baru, dan memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan
menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.
Perbandingan antara model bisnis tradisional dan online/digital
Model bisnis tradisional atau lebih dikenal sebagai pasar tradisional merupakan bisnis yang yang menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan terdapat proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios, took, atau gerai. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapainya.
Ciri-ciri pasar tradisional :
1.      Pembeli dan penjual bertemu secara langsung.
2.      Transaksi terjadi secara langsung
3.      Mekanisme transaksi dengan tawar-menawar
4.      Menyediakan segala macam barang
5.      Untuk pasar tradisional khusus, hanya menyediakan satu jenis barang

Electronic Commerce (e-commerce) adalah proses pembelian, penjualan atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan komputer. e-commerce  merupakan bagian dari e-business yang memiliki cakupan luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dan lainya yang memerlukan teknologi basis data atau database, surat elektronik atau e-mail, dan bentuk teknologi nonkomputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran. Menurut Rahmati (2009), E-commerce singkatan dari  Electronic Commerce yang artinya sistem pemasaran secara atau dengan media elektronik.
 
Konsep Pemasaran Global
Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia. keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya. Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya Pemasar mempengaruhi keinginan dan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju.
Produk Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan mahasiswa  untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pentingnya suatu produk fisik bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasa yang dapat diberikannya Oleh karena itu dalam membuat produk harus memperhatikan produk fisik dan jasa yang diberikan produk tersebut.
Nilai, Biaya dan Kepuasan Nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga.
Pertukaran, Transaksi dan Hubungan Kebutuhan dan keinginan manusia serta nilai suatu produk bagi manusia tidak cukup untuk menjelaskan pemasaran. Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya dengan pertukaran. Pertukaran adalah salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah pada suatu persetujuan. Jika persetujuan tercapai maka disebut transaksi. Transaksi merupakan pertukaran nilai antara dua pihak. Untuk kelancaran dari transaksi, maka hubungan yang baik dan saling percaya antara pelanggan, distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikan ekonomi, teknis clan sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar secara kesinambungan.
Pasar Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Istilah pasar untuk menunjukan pada sejumlah pembeli dan penjual melakukan transaksi pada suatu produk.
Pemasaran dan Pemasar Pemasaran adalah keinginan manusia dalam hubungannya dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasaran adalah orang yang mencari sumber daya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu. Kalau satu pihak lebih aktif mencari pertukaran daripada pihak lain, maka pihak pertama adalah pemasar dan pihak kedua adalah calon pembeli.
Segmentasi Pasar adalah membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yangg mungkin menghendaki bauran produk atau pemasar yang terpisah. 1.Pemasaran Massal (Mass Marketing): penjual memproduksi, mendistribusi- kan, dan mempromosikan secara massal sebuah produk kepada seluruh pembeli.Pemasar tersebut menciptakan pasar potensial terbesar, biaya paling rendah, harga lebih rendah atau marjin yang lebih tinggi. 2. Pemasaran Segmen : Peursahaan menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian. Perusahaan mengisolasi segmen yang lebar yang membentuk suatu pasar dan mengadaptasi apa yang ditawarkannya agar lebih mendekati kebutuhan satu atau beberapa segmen. 3.Pemasaran Ceruk Berfokus pada subgrup di dalam segmen-segmen diatas. Suatu ceruk adalah suatu grup yang didefinisikan dengan lebih sempit, biasanya diidentifikasi dengan memilah suatu segmen menjadi beberapa subsegmen 4.Pemasaran Mikro : Praktik penyesuaian produk dan program pemasar agak cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu.
Revolusi E-Business
Di negara tercinta kita Indonesia kebanyakan orang menggunakan internet hanya sebagai user (pemakai) yang dapat di artikan sebagai konsumen, ini dapat dilihat bahwa pengguna facebook dari Negara Indonesia sangatlah banyak hingga mencapai peringkat kedua di  dunia setelah amerika, dari anak SD, sampai seorang profesorpun mempunyai akun Facebook, dari
data yang di peroleh dari  http://id.ibtimes.com  pengguna facebook di  Indonesia sebanyak 33 juta pengguna.
User biasanya menggunakan Internet hanya  sebatas untuk  mengirimkan email,  browsing untuk mencari informasi,  chatting untuk ngobrol sana-sini dengan teman,  berdiskusi melalui forum, milis, dll. Juga men-downloadmusik, video, software, games, eBook untuk kepentingan  pribadi  atau sekedar hiburan. Namun menurut AsianBrain IMC, terdapat 2 fakta menarik yang harus diketahui, yaitu:
1.        Bisnis online (e-commerce) saat ini masih dikuasai oleh negara-negara maju. Sementara  Negara    Negara  berkembang seperti Indonesia dijadikan salah satu target market atau pangsa pasar mereka
2.        Sebuah bangsa akan lebih maju, jika masyarakatnya sadar  bahwa internet sebenarnya bisa dijadikan sebagai  alat untuk mengembangkan bisnis mereka ke seluruh dunia
Pada dasarnya seorang pengusaha akan menggunakan teknologi  informasi dan komunikasi (internet) untuk menggembangkan bisnisnya ke  seluruh dunia, mungkin kita pernah menerima e-mail dari mereka yang berisi tentang macam    macam produk mereka, dan mungkin juga kita pernah mengunjing website mereka yang berisi tentang promosi dan jenis produk  mereka dan terkadang menyediakan kotak saran (forum diskusi) untuk  konsumennya kita bisa  melihat bahwa seorang pengusaha akan memakai internet untuk memperkenalkan barangnya keseluruh penjuru dunia.
Kata    kata bisnis online sebenarnya sudah marak di Indonesia dari  beberapa tahun sebelumnya dengan istilah internet marketing,  e-commerce atau  online marketing, bila tidak mempunyai bisnis sendiri bisa mengikuti program affiliatif (membantu memasarkan produk orang lain demi mendapatkan komisi), namun tidak begitu banyak mahasiswa  Indonesia yang  memahami hal tersebut secara benar, jika semua mahasiswa  Indonesia mengerti  akan hal tersebut, mengerti bagai mana memasarkan peroduk kedalam dan luar negeri sehingga menghasilkan sumber devisa negara.



Refernsi :

PERAN JEJARING SOSIAL SEBAGAI MEDIA PENINGKAT MINAT BERWIRAUSAHA  MAHASISWA UNTUK BERBISNIS ONLINE Erlinda Nordiana
IMPLEMENTASI E-BUSINESS DI INDONESIA, Muhammad Fauzanul Hakim Abdurrahim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar